Meditama.id, SANGATTA - Pemkab Kutai Timur (Kutim) memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencegah kebakaran permukiman dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) menggandeng pemerintah kecamatan, aparat desa, kelompok masyarakat, hingga komunitas peduli lingkungan sebagai garda depan mitigasi.
Kepala Disdamkarmat Kutim, Failu, menyampaikan penguatan sinergi menjadi strategi utama karena risiko kebakaran tidak hanya dipengaruhi faktor teknis, tetapi juga perilaku manusia dan kondisi sosial.
“Kebakaran tidak bisa dicegah oleh Damkar sendiri. Itu harus menjadi gerakan bersama masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Failu menjelaskan, perangkat kecamatan dan desa dilibatkan dalam pemetaan kerawanan dan edukasi warga, termasuk imbauan saat musim kemarau, pengawasan lahan tidur, hingga pengendalian pembakaran terbuka. “Yang terpenting adalah memastikan warga ikut berperan sebelum api muncul,” katanya.
Potensi karhutla juga menjadi perhatian serius, terutama di wilayah perkebunan dan hutan produksi. Data rawan akan dihubungkan dengan sistem peringatan dini melalui teknologi informasi, agar tim lapangan bisa bergerak lebih cepat. “Respons awal yang cepat itu bisa menentukan keberhasilan pemadaman sebelum api meluas,” tutur Failu.
Melalui forum kelompok siaga masyarakat, Disdamkarmat memperkuat peralatan dasar, jalur komunikasi, dan simulasi penanganan kebakaran lokal. Pendekatan ini diharapkan menekan risiko korban jiwa dan kerugian ekonomi di kawasan pedesaan. “Kami ingin masyarakat menjadi aktor utama. Itu yang akan memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana,” katanya. (adv)
Tulis Komentar