0882022044248
Iklan DPRD Berau

Soroti Kebersihan, Perlu Penanganan Cepat Usai Libur Lebaran

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sutami

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Usai euforia libur panjang Idulfitri 2026, persoalan kebersihan di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Berau kembali menjadi perhatian. 

Lonjakan pengunjung selama masa liburan itupun dinilai membawa konsekuensi meningkatnya volume sampah yang perlu segera ditangani.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menegaskan kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kebersihan kawasan wisata.

“Setiap selesai libur panjang, persoalan sampah selalu meningkat. Karena itu, perlu ada langkah cepat dan menyeluruh agar destinasi tetap bersih dan nyaman,” ujarnya.

Menurut Sutami, kebersihan bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlanjutan sektor pariwisata. Lingkungan yang kotor dapat memberikan kesan negatif bagi wisatawan dan berpotensi menurunkan daya saing destinasi.

“Kalau wisatawan datang lalu melihat banyak sampah, tentu kesan yang dibawa pulang tidak baik. Ini bisa memengaruhi minat mereka untuk kembali berkunjung,” jelasnya.

Ia juga menilai pengelolaan kebersihan harus dilakukan secara terencana, tidak hanya bersifat sementara setelah momen liburan. Upaya tersebut perlu menjadi bagian dari sistem pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan.

“Penanganan sampah ini tidak bisa hanya reaktif. Harus ada sistem yang jelas agar kebersihan tetap terjaga setiap waktu,” tegasnya.

Selain mendorong peran pemerintah, Sutami juga menekankan pentingnya keterlibatan pengelola wisata dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas lingkungan di kawasan wisata.

“Semua pihak harus ikut bertanggung jawab. Pengelola, pemerintah, hingga masyarakat dan wisatawan perlu bekerja sama menjaga kebersihan,” katanya.

Ia turut mengusulkan peningkatan fasilitas penunjang, seperti ketersediaan tempat sampah yang memadai serta penambahan tenaga kebersihan, terutama di lokasi dengan tingkat kunjungan tinggi.

“Kalau fasilitas kurang, sampah pasti akan menumpuk. Jadi, ini harus disiapkan dengan baik, apalagi saat momen kunjungan meningkat,” ungkapnya.

Sutami berharap, perhatian terhadap kebersihan dapat terus ditingkatkan secara konsisten. Dengan lingkungan yang terawat, pariwisata Berau diyakini mampu memberikan kenyamanan sekaligus mempertahankan daya tariknya di mata wisatawan.

“Menjaga kebersihan adalah langkah sederhana, tapi dampaknya besar bagi masa depan pariwisata kita,” pungkasnya.(adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)