Keterangan Gambar : Ilustrasi
Meditama.id, TANJUNG REDEB – Berakhirnya libur panjang Idulfitri 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Berau untuk melakukan evaluasi sektor pariwisata.
Salah satu langkah yang dinilai krusial adalah pengumpulan data kunjungan wisatawan secara menyeluruh.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah menegaskan peningkatan jumlah wisatawan selama libur Lebaran harus diiringi dengan pendataan yang akurat. Hal ini penting agar pemerintah memiliki gambaran nyata terkait kondisi pariwisata di lapangan.
“Pendataan pasca Idulfitri harus dilakukan secara serius. Kita perlu mengetahui berapa jumlah wisatawan, destinasi yang paling ramai, serta dampaknya terhadap pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengembangan pariwisata ke depan. Tanpa data yang jelas, proses perencanaan dinilai akan berjalan kurang optimal.
“Kalau tidak ada data yang valid, kita akan kesulitan menentukan langkah strategis. Evaluasi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan data yang kuat,” tegasnya.
Selain itu, Arman juga menilai pendataan dapat membantu mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul selama masa liburan. Mulai dari kepadatan pengunjung, keterbatasan fasilitas, hingga potensi dampak terhadap lingkungan.
“Melalui data, kita bisa melihat apa saja yang perlu dibenahi, apakah infrastruktur sudah memadai atau masih perlu peningkatan,” jelasnya.
Ia juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam proses pendataan, mulai dari pengelola destinasi wisata hingga masyarakat setempat. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menghasilkan data yang lebih akurat.
“Keterlibatan semua pihak akan membuat data lebih lengkap dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Arman berharap, hasil pendataan tidak berhenti sebagai laporan semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan nyata.
“Yang terpenting adalah tindak lanjutnya. Data harus menjadi dasar kebijakan agar pariwisata Berau semakin berkembang,” pungkasnya. (adv/jek)
Tulis Komentar