0882022044248
Iklan DPRD Paser

Apresiasi Anggaran untuk Kelay, Tekankan Keberlanjutan Program dan Prioritas Pembangunan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sakirman

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Besarnya alokasi anggaran yang dikucurkan untuk Kecamatan Kelay mendapat apresiasi dari DPRD Berau. Namun di balik dukungan tersebut, dewan menegaskan pentingnya memastikan keberlanjutan program agar pembangunan tidak terhenti di tengah jalan.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menilai perhatian pemerintah daerah terhadap wilayah Kelay sudah cukup signifikan. Meski demikian, ia mengingatkan komitmen jangka panjang tetap dibutuhkan, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung.

“Jangan sampai program yang sudah berjalan justru terhenti. Masyarakat berharap pembangunan ini berlanjut dan benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Menurutnya, kesinambungan pembangunan menjadi kunci agar manfaat anggaran dapat dirasakan maksimal, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman yang masih membutuhkan banyak sentuhan pembangunan, baik dari sisi infrastruktur maupun layanan dasar.

Sakirman juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Kelay. Ia menilai keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat menjadi penopang di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Sinergi dengan perusahaan harus diperkuat, agar pembangunan tetap berjalan meski ada keterbatasan anggaran,” tambahnya.

Di sektor pendidikan, ia menyoroti kebutuhan mendesak pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan Merabu. Akses pendidikan bagi anak-anak dari Kampung Mapulu dan Panaan dinilai masih sangat terbatas karena harus menempuh jarak yang cukup jauh ke wilayah lain.

“Kalau harus ke Merapun, Long Beliu, apalagi ke pusat kabupaten, jaraknya cukup jauh untuk anak usia SMP. Ini harus segera dicarikan solusi,” tegasnya.

Ia berharap kawasan Mapulu, Merabu, dan Panaan dapat memiliki fasilitas SMP sendiri guna mendorong pemerataan akses pendidikan. Menurutnya, ketersediaan sekolah di tingkat dasar menjadi kebutuhan mendesak agar tidak menghambat keberlanjutan pendidikan anak-anak di pedalaman.

Pada sektor infrastruktur, Sakirman menyoroti pentingnya penentuan skala prioritas pembangunan. Ia menyinggung dua proyek besar, yakni kelanjutan pembangunan Jembatan Muara Lesan dan proyek jalan lingkar dalam, yang dinilai sulit diselesaikan secara bersamaan dalam waktu dekat akibat keterbatasan anggaran.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan fokus pembangunan agar salah satu proyek dapat segera dirampungkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan, ia mengusulkan agar akses jalan dibuka terlebih dahulu tanpa harus menunggu pengaspalan secara penuh.

“Yang penting aksesnya dulu terbuka. Aspal bisa menyusul, tapi masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Di bidang kesehatan, Sakirman turut menyoroti minimnya layanan dasar di sejumlah kampung. Ia meminta perhatian serius dari Dinas Kesehatan Berau terkait ketersediaan tenaga medis, fasilitas rawat inap, serta armada ambulans, khususnya di wilayah terpencil.

Ia mengingatkan bahwa kekosongan tenaga kesehatan di daerah dengan akses geografis sulit sangat berisiko terhadap keselamatan masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat di daerah jauh tidak mendapat layanan karena tidak ada tenaga medis. Ini harus jadi prioritas,” tegasnya. (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)