Meditama.id, TANJUNG REDEB — Rencana perubahan konsep Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) dari Pasar Subuh menjadi Pasar Senja kembali memunculkan sorotan terkait kesiapan fasilitas pasar.
Salah satu aspek yang dinilai paling mendesak ialah penataan lahan parkir, yang dianggap tidak berjalan sesuai fungsi awalnya.
Alih-alih menjadi area parkir, sebagian lahan justru berubah menjadi lokasi berdagang dan aktivitas lain.
Situasi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga membuat arus kendaraan tidak tertata dengan baik, terutama pada jam-jam sibuk.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah, menilai, keindahan dan kerapian pasar menjadi salah satu faktor penting bagi pengunjung.
Ia menegaskan, perubahan konsep ke Pasar Senja akan percuma bila tata kelola fasilitas penunjang masih semrawut.
"Parkir harus berfungsi sebagaimana mestinya. Jika tumpang tindih, imbasnya bukan hanya kemacetan tetapi juga menurunkan kualitas pelayanan pasar,” tegasnya.
Meski memahami keterbatasan SDM pengelola, ia mendorong OPD terkait dan UPT Pasar SAD untuk segera menyiapkan solusi agar lahan parkir kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Penyelesaian persoalan ini dinilai berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat Berau.
Semakin tertata dan nyaman pasar, semakin besar peluang peningkatan aktivitas perdagangan dan kesejahteraan pedagang.
“Semakin tertata, semakin besar peluang pasar menjadi pusat ekonomi yang kompetitif,” tutup Suriansyah. (adv/jek)
Tulis Komentar