0882022044248
KUtim

Dorong Pemerintah Lakukan Mitigasi, Cegah Konflik Manusia dan Satwa Liar

$rows[judul] Keterangan Gambar : Gideon Andris

Meditama.id, TANJUNG REDEB -Meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah pesisir dan aliran sungai kembali menjadi sorotan DPRD Berau. 

Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris menilai kemunculan buaya yang semakin dekat dengan permukiman warga di Kecamatan Tabalar harus segera ditangani secara serius dan terkoordinasi.

Dion, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan adanya warga yang diserang buaya saat beraktivitas di sekitar rumah. Bahkan, insiden itu terjadi ketika warga sedang mencuci motor. 

“Artinya, ini sudah masuk ke ruang hidup masyarakat dan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini bukan lagi sekadar berdampak pada citra pariwisata, tetapi telah menyentuh aspek keselamatan warga. Jika tidak segera diantisipasi, konflik manusia dan satwa berpotensi menimbulkan korban jiwa serta keresahan sosial.

Ia mengakui buaya merupakan satwa dilindungi dan bagian dari ekosistem alami sungai serta pesisir di Berau. Namun, keseimbangan antara konservasi dan perlindungan manusia harus tetap dijaga. 

“Ketika populasinya mulai mengancam keselamatan warga, perlu ada langkah pengelolaan yang jelas,” tegasnya.

Gideon mendorong instansi teknis bersama lembaga konservasi untuk melakukan kajian populasi, pemetaan wilayah rawan, hingga opsi relokasi atau penangkaran sebagai solusi jangka panjang. 

Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup berdampingan dengan satwa liar, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

Langkah mitigasi seperti pemasangan rambu peringatan, sosialisasi aktivitas aman di sekitar perairan, pengawasan titik rawan, serta mekanisme pelaporan cepat dinilai perlu segera diterapkan. 

Ia juga meminta adanya koordinasi lintas sektor agar penanganan dapat dilakukan secara terukur.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas, tetapi kita juga harus menjaga kelestarian lingkungan. Penanganannya harus seimbang dan tidak menimbulkan ketakutan berlebihan,” pungkasnya.(adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)