0882022044248
Iklan DPRD Berau

Persiba Selamat dari Kekalahan di Menit Akhir, Persaingan Zona Bawah Makin Ketat

$rows[judul]

Meditama.id, SOLO – Persiba Balikpapan harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan Persipal Palu pada laga lanjutan putaran ketiga Championship League Liga 2 di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (23/2/2026) malam.

Tambahan satu poin belum cukup mengangkat posisi Beruang Madu dari ancaman degradasi. Persiba kini mengoleksi 16 poin dan hanya unggul satu angka dari PSIS Semarang yang menempati batas atas zona degradasi. Situasi ini membuat persaingan di papan bawah kian sengit jelang laga-laga penentuan.

Dalam pertandingan tersebut, Persiba sebenarnya tampil cukup agresif sejak awal laga. Namun kebuntuan baru pecah pada babak kedua ketika Persipal sukses mencuri gol lebih dulu lewat Fahad pada menit ke-55.

Tertinggal satu gol membuat Persiba meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang tercipta, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol. Ketika laga tampak akan berakhir untuk kemenangan Persipal, Persiba akhirnya memaksakan hasil imbang melalui gol Takumu Nishihara pada menit ke-95. Gol di masa tambahan waktu itu memastikan skor 1-1 bertahan hingga laga usai.

Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, menilai hasil tersebut patut disyukuri mengingat timnya sempat berada di ambang kekalahan.

“Pertandingan ini sudah kami prediksi akan berjalan sulit. Saya apresiasi perjuangan pemain yang tidak menyerah sampai akhir. Kami mendominasi, tapi lawan juga punya peluang. Dalam sepak bola, semua kemungkinan bisa terjadi,” ujar Leonard.

Ia juga menyoroti peran penting penjaga gawang yang tampil solid sepanjang laga dengan menggagalkan beberapa peluang berbahaya lawan.

“Kalau bukan karena penampilan kiper, mungkin hasilnya berbeda. Dia tampil sangat baik malam ini,” katanya.

Meski demikian, Leonard mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian akhir. Menurutnya, persoalan produktivitas gol menjadi tantangan yang terus diupayakan perbaikannya.

“Finishing masih jadi fokus evaluasi kami. Butuh proses dan adaptasi agar pemain benar-benar memahami pola permainan yang diinginkan,” jelasnya.

Sementara itu, Lorensius Sabda menyebut tim tetap bersyukur dengan raihan satu poin tersebut.

“Kami hampir kalah, jadi satu poin ini sangat berarti. Yang penting kami terus berjuang sampai akhir,” ucapnya. (tim)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)