Meditama.id, BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan gagal menutup putaran kedua Championship League 2025/2026 dengan hasil manis. Bermain di Stadion Batakan, Sabtu (31/1/2026) malam, tim Beruang Madu harus menyerah 1-2 dari tamunya, Deltras Sidoarjo.
Kekalahan ini terasa menyakitkan lantaran Persiba sebelumnya baru saja meraih kemenangan penting atas Barito Putera. Namun, dukungan penuh suporter tuan rumah belum mampu menjaga konsistensi permainan tim asuhan Leonard Tupamahu.
Persiba sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Pada menit ke-10, wasit menunjuk titik putih usai pelanggaran di kotak penalti Deltras. Takumu Nishihara yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa Persiba unggul lebih dulu.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Deltras merespons cepat dan mendapat penalti pada menit ke-20. Neville Mbanwei Tengeg dengan tenang menaklukkan kiper Persiba untuk menyamakan kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki paruh kedua, Deltras tampil lebih agresif dan mampu mengontrol tempo permainan. Tekanan tim tamu akhirnya berbuah gol pada menit ke-59 melalui Hamzah Titofani Rivaldi yang membuat Deltras berbalik unggul 2-1.
Persiba kian tertekan setelah harus bermain dengan 10 pemain. Aji Kurniawan diusir wasit pada menit ke-67 setelah menerima kartu merah. Kondisi tersebut membuat Persiba kesulitan mengembangkan permainan dan menciptakan peluang berbahaya hingga laga usai.
Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu, tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya meski hasil akhir tidak sesuai harapan. Ia menilai para pemain menunjukkan semangat juang tinggi, termasuk saat harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
“Pemain sudah berjuang maksimal selama 90 menit. Bahkan saat bermain 10 orang, mereka tetap mencoba menguasai permainan dan mengejar ketertinggalan. Hasil memang belum berpihak,” ujar Leonard Tupamahu usai laga.
Pelatih yang akrab disapa Leo itu juga mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dalam hal pengembangan serangan. Menurutnya, pendekatan taktik yang diterapkan membutuhkan adaptasi pemain.
“Secara taktik itu tanggung jawab saya. Pola permainan yang dijalankan memang sesuai instruksi, termasuk membangun serangan dari lini belakang. Tapi memang perlu waktu agar pemain lebih nyaman,” katanya.
Meski menutup putaran kedua dengan kekalahan, Leo tetap optimistis menatap putaran ketiga. Ia menilai progres dan motivasi pemain menjadi modal penting untuk menjaga Persiba tetap bertahan di Liga 2.
Sementara itu, pelatih Deltras Sidoarjo, Widodo C. Putro, menyebut kemenangan di Batakan merupakan hasil kerja keras seluruh pemain. Ia mengapresiasi performa tim yang tampil disiplin sejak awal hingga akhir pertandingan.
“Alhamdulillah kami bisa meraih poin penuh. Pemain bekerja keras dan fokus sepanjang laga. Selanjutnya kami akan mempersiapkan diri untuk putaran ketiga,” ujar Widodo. (tim)
Tulis Komentar