0882022044248
Iklan DPRD Paser

Pengembangan Kakao, Bidik Pasar Ekspor dan Kesejahteraan Petani

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sri Kumalasari

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kakao sebagai komoditas perkebunan unggulan.

Tingginya permintaan kakao berkualitas di pasar global menjadi momentum yang dinilai harus dimanfaatkan secara serius oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, menegaskan bahwa kakao memiliki prospek cerah tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga untuk menembus pasar ekspor yang lebih luas.

“Kakao memiliki prospek cerah karena tidak hanya diminati di pasar dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang besar untuk pasar ekspor,” ujarnya.

Menurutnya, negara-negara di Eropa seperti Prancis dan Italia memiliki permintaan tinggi terhadap kakao berkualitas. Kondisi ini membuka peluang strategis bagi petani di Berau untuk meningkatkan pendapatan, terutama bagi masyarakat kampung yang bergerak di sektor perkebunan.

Sri menjelaskan, Berau memiliki potensi pendukung yang cukup kuat, mulai dari ketersediaan lahan hingga kondisi alam yang sesuai untuk budidaya kakao. Dengan pengelolaan yang tepat, komoditas ini berpotensi menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan.

“Dengan pengelolaan yang tepat, kakao bisa menjadi komoditas andalan yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat kampung,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi komoditas perkebunan agar petani tidak bergantung pada satu jenis usaha saja. Diversifikasi dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama saat terjadi fluktuasi harga komoditas di pasar.

“Kalau peluang ini dimanfaatkan dengan baik, sektor perkebunan kita akan semakin variatif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” jelasnya.

Selain itu, Sri menyoroti peran penting pemerintah kampung dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait potensi kakao dan program dukungan yang telah disiapkan pemerintah. Ia menilai masih banyak warga yang belum memahami peluang besar dari komoditas tersebut.

“Pemerintah kampung harus aktif menjadi jembatan informasi, agar masyarakat mengetahui peluang dan dukungan yang tersedia,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk terus memperkuat pembinaan kepada petani kakao. Pendampingan dinilai krusial, mulai dari teknik budidaya yang baik, pengendalian hama, hingga peningkatan kualitas hasil produksi agar mampu memenuhi standar pasar ekspor.

“Pembinaan dari dinas harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan aktif petani, pengembangan kakao di Berau bisa berkembang lebih pesat,” tegasnya.

Sri berharap pengembangan kakao tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menjadi salah satu pilar ekonomi baru daerah. Dengan pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan, kakao diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, kakao bisa menjadi komoditas unggulan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)