0882022044248
Iklan DPRD Paser

Pasar Tradisional Sepi, DPRD Desak Langkah Cepat Pulihkan Aktivitas Ekonomi

$rows[judul] Keterangan Gambar : Agus Uriansyah

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Lesunya aktivitas di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Berau menjadi sorotan serius DPRD. Kondisi ini dinilai tidak hanya menurunkan intensitas transaksi jual beli, tetapi juga berpotensi menghambat perputaran ekonomi masyarakat jika tidak segera ditangani secara konkret.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, meminta Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk segera mengambil langkah strategis dalam menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional yang mulai kehilangan daya tarik.

“Diskoperindag harus rutin menjalin komunikasi dengan pihak terkait agar bisa menemukan solusi,” ujarnya.

Menurut Agus, persoalan sepinya pasar tidak bisa dipandang semata sebagai masalah teknis, seperti fasilitas atau tata kelola. Lebih dari itu, kondisi ini sudah menyentuh aspek keberlangsungan ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang kecil yang sangat bergantung pada aktivitas pasar.

Ia mengingatkan, jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka dampaknya akan semakin luas, mulai dari menurunnya pendapatan pedagang hingga melemahnya daya beli masyarakat.

“Ini bukan hanya soal pasar, tapi soal ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Kalau pasar sepi, perputaran uang juga ikut melambat,” tegasnya.

Agus juga menekankan pentingnya pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam setiap upaya pembenahan pasar. Menurutnya, kebijakan yang diambil harus berbasis kebutuhan riil di lapangan, sehingga mampu menjawab persoalan yang dihadapi pedagang.

“Pedagang UMKM perlu diajak bicara, supaya ada kesepahaman pasar ini mau dibawa ke arah mana,” katanya.

Ia menilai, dialog yang intens antara pemerintah, pengelola pasar, dan pedagang akan menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran, sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap program revitalisasi yang dijalankan.

Dirinya juga memastikan DPRD siap terlibat aktif apabila pemerintah daerah menghadapi kendala dalam pelaksanaan program. Menurutnya, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci untuk menghasilkan kebijakan yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Dewan selalu siap membantu mencarikan solusi, supaya ekonomi masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan bahwa tantangan ekonomi tidak hanya berasal dari kondisi internal daerah, tetapi juga dipengaruhi dinamika global. Ia menyinggung potensi dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk di daerah.

Menurutnya, kondisi global tersebut berpotensi berdampak pada fluktuasi harga komoditas, distribusi barang, hingga daya beli masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Dampak konflik global sudah mulai terasa. Ekonomi kita bisa ikut terdampak, sehingga perlu langkah antisipatif sejak dini,” jelasnya.

DPRD Berau berharap, melalui langkah cepat, terukur, dan kolaborasi lintas sektor, aktivitas pasar tradisional dapat kembali bergeliat. Pasar diharapkan tetap menjadi pusat ekonomi rakyat yang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha di daerah.

“Pasar harus kembali hidup. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar ekonomi masyarakat tetap berjalan,” pungkasnya.(adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)