0882022044248
Iklan DPRD Berau

Masih Ada Kesenjangan Layanan Kesehatan, Dorong Pemerataan hingga Kampung

$rows[judul] Keterangan Gambar : Sakirman

Meditama.id, TANJUNG REDEB – Ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedalaman di Kabupaten Berau kembali menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Minimnya fasilitas serta keterbatasan tenaga medis di sejumlah kampung dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan kesehatan bagi masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib diprioritaskan oleh pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini masih ditemukan fasilitas kesehatan di beberapa wilayah yang belum mampu memberikan pelayanan optimal.

“Masih terdapat fasilitas kesehatan di beberapa kampung yang belum mampu memberikan layanan optimal kepada warga,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sakirman menilai perlu adanya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun pemenuhan tenaga medis yang memadai. Ketersediaan dokter, perawat, hingga tenaga teknis kesehatan menjadi faktor kunci dalam menjamin kualitas pelayanan di tingkat kampung.

Ia juga mendorong Dinas Kesehatan Berau untuk lebih serius menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan para kepala kampung. Menurutnya, aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan riil masyarakat yang harus segera direspons melalui langkah konkret.

Salah satu kebutuhan mendesak yang disorot adalah penyediaan layanan rawat inap di fasilitas kesehatan kampung. Keberadaan layanan ini dinilai sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut tidak harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Selain itu, Sakirman juga menekankan pentingnya penambahan unit ambulans, khususnya di wilayah pedalaman dengan akses geografis yang sulit. Fasilitas tersebut dinilai krusial untuk mendukung penanganan pasien darurat agar dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

“Ketersediaan ambulans sangat penting, terutama untuk kondisi darurat. Jangan sampai keterlambatan penanganan terjadi hanya karena keterbatasan fasilitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, kesenjangan layanan kesehatan antara kota dan kampung tidak hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko angka kesakitan dan kematian, terutama pada kelompok rentan seperti ibu dan anak.

Karena itu, DPRD Berau berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah strategis dan terukur untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan, baik melalui peningkatan fasilitas, penempatan tenaga medis, maupun penguatan sistem rujukan.

“Soal kesehatan ini sangat penting karena merupakan pelayanan dasar. Harapannya ke depan ada fasilitas rawat inap di kampung, penambahan ambulans, dan perhatian dari dinas kesehatan, termasuk tenaga teknisnya,” pungkasnya. (adv/jek)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)